PERTANIAN ORGANIK
Teknologi pertanian agen hayati dalam produktifitas hasil pertanian
Thursday, 6 August 2015
Sunday, 24 August 2014
PERANAN DAN MANFAAT JAMUR TRICHODERMA DALAM PERTANIAN
Hasil padi seringkali tidak maksimal akibat kurangnya pemupukan lahan. Penyebabnya antara lain sulitnya memperoleh pupuk dan harga yang cukup mahal jika tidak mengandalkan subsidi dari pemerintah. Salah satu upaya untuk menggantikan pupuk kimia agar tanaman padi berhasil dan diharapkan mampu menaikkan hasil panen padi adalah dengan memanfaatkan jamur Trichoderma sp. yang dapat menguraikan jerami padi menjadi kompos(pupuk organik) yang selanjutnya ditebar di lahan sawah. Penggunaan Trichoderma sp. untuk kompos jerami padi dapat menurunkan biaya produksi tanaman karena harganya murah, bahkan dapat diproduksi sendiri oleh petani.
Manfaat Jamur Trichoderma :
Selain meningkatkan produksi padi, Trichoderma sp. juga dapat memperbaiki struktur tanah, memperbaiki daya ikat tanah dan daya ikat air, meningkatkan ketersediaan unsur hara, menguragi ancaman kekeringan, memperbaiki drainase dan tata udara mikro tanah, mengikat besi, membantu proses pelapukan bahan mineral, mengurangi pembakaran lahan, dan ramah lingkungan. Sebagai agen antagonis, Trichoderma sp dapat membantu melindungi tanaman dari berbagai penyakit yang diakibatkan oleh jamur/cendawan tular tanah seperti:
1.Layu Fusarium
2.Busuk buah Antraknosa Colletotrichum
3.Layu bakteri Pseudomonas solanacearum
4.Busuk pangkal batang Phytoptora sp.
5.Mudah diisolasi, dikembangkan, dan daya adaptasinya luasMudah ditemukan di tanah areal pertanaman, shg pertumbuhan pd saat aplikasi lebih mudah.
6.Dapat tumbuh secara cepat pada berbagai substrat.
7.Memiliki kisaran mikroparasitisme yang luas.
8.Pada umumnya tidak bersifat patogen pada tanaman dan lain-lain.
Salah satu mikroorganisme fungsional yang dikenal luas sebagai pupuk biologis tanah dan biofungisida adalah jamur Trichoderma, sp, mikroorganisme ini adalah jamur penghuni tanah yang dapat diisolasi dari perakaran tanaman lapangan. Trichoderma, sp disamping sebagai organisme pengurai, dapat pula berfungsi sebagai agen hayati dan stimulator pertumbuhan tanaman. Trichoderma, sp dapat menghambat pertumbuhan serta penyebaran racun jamur penyebab penyakit bagi tanaman seperti cendawan Rigdiforus lignosus, Fusarium oxysporum, Rizoctonia solani, Fusarium monilifome, sclerotium rolfsii dan cendawan Sclerotium rilfisil. Penggunaan pupuk biologis dan agen hayati Trichoderma, sp sangat efektif mencegah penyakit busuk pangkal batang, busuk akar yang menyebabkan tanaman layu, dan penyakit jamur akar putih pada tanaman karet.
Penggunaan pupuk biologis dan biofungisida Trichoderma, sp memang tidak memperlihatkan dampak manfaatnya secara langsung seperti pupuk ataupun fungisida kimia. Dengan penggunaan rutin secara berkala pupuk biologis dan biofungisida Trichoderma, sp akan memberikan mafaat yang lebih baik daripada pupuk dan fungisida kimia.
Kondisi Optimum Trichoderma, sp
Trichoderma, sp merupakan cendawan (fungi) yang termasuk dalam kelas ascomycetes, dimana Trichoderma, sp banyak ditemukan di dalam tanah hutan maupun tanah pertanian atau pada tunggul kayu. Trichoderma, sp akan tumbuh dengan baik pada suhu 6ºC sampai dengan 41ºC dengan ph optimum 3 sampai dengan 7 dan Sukrosa dan glukosa merupakan karbon utama. Untuk berkembangbiak cendawan ini menggunakan konidia (spora).
Jamur Trichoderma mempunyai kemampuan untuk meningkatkan kecepatan pertumbuhan dan perkembangan tanaman, terutama kemampuannya untuk menyebabkan produksi perakaran sehat dan meningkatkan angka kedalaman akar (lebih dalam di bawah permukaan tanah). Akar yang lebih dalam ini menyebabkan tanaman menjadi lebih resisten terhadap kekeringan, seperti pada tanaman jagung dan tanaman hias.
Mekanisme antagonis jamur ini dapat difahami sebagai berikut. Saat mikroba patogen sedang dalam masa dorman, serangan antagonis jamur Trichoderma dapat menyebabkan kerusakan biologis inokulum patogen. Mekanisme antagonis ini dapat berupa predasi, perparasi, dan parasitisme propagul. Bentuk lain dari antagonisme adalah dengan penekanan perkecambahan propagul melalui kompetisi karbon, nitrogen, ion besi, oksigen dan unsur penting lainnya. Sedangkan antagonis pada permukaan tanman meliputi antibiosis, kompetisi dan predasi.
Mikoparasitisme dari Trichoderma Sp. merupakan suatu proses yang kompleks dan terdiri dari beberapa tahap dalam menyerang inangnya. Interaksi awal dari Trichoderma Sp. yaitu dengan cara hifanya membelok ke arah jamur inang yang diserangnya, Ini menunjukkan adanya fenomena respon kemotropik pada Trichoderma Sp. karena adanya rangsangan dari hyfa inang ataupun senyawa kimia yang dikeluarkan oleh jamur inang. Ketika mikoparasit itu mencapai inangnya, hifanya kemudian membelit atau menghimpit hifa inang tersebut dengan membentuk struktur seperti kait (hook-like structure), mikoparasit ini juka terkadang mempenetrasi miselium inang dengan mendegradasi sebagian dinding sel inang.
Mekanisme kerja Trichoderma spp. (salah satunya adalah T. koningii) adalah menekan perkembangan JAP dengan cara pembentukan antibiotik dan mikroparasitisme, kompetisi dan kolonisasi rizomorfa. Mekanisme penghancuran Jamur Akar Putih (JAP) terjadi melalui proses lisis miselium dan rizomorfa. Lisis merupakan proses enzimatik oleh enzim selulose yang dihasilkan oleh T. koningii. Trichoderma harzianum menekan pertumbuhan jamur phythoptora infestan pada tanaman kentang.Jamur trichoderma harsianum ini merupakan jamur isolat lokal,jadi apabila menggunakan kompos akan mendukung berkembang biaknya jamur trichoderma ini sehingga dapat menekan pertumbuhan phythopthora dilahan kentang.
Jamur trichoderma merupakan salah satu jenis jamur mikroparasitik/bersifat parasit terhadap jenis jamur lain.Nah karena sifat-sifat inilah maka trichoderma dapat kita manfaatkan sebagai agen biokontrol terhadap jenis-jenis jamur fitopatogen. Keuntungan dan keunggulanya adalah mudah dimonitor dan dapat berkembang biak,sehingga keberadaanya di lingkungan dapat bertahan
untuk proses pembuatannya kunjungi Disini
Manfaat Jamur Trichoderma :
Selain meningkatkan produksi padi, Trichoderma sp. juga dapat memperbaiki struktur tanah, memperbaiki daya ikat tanah dan daya ikat air, meningkatkan ketersediaan unsur hara, menguragi ancaman kekeringan, memperbaiki drainase dan tata udara mikro tanah, mengikat besi, membantu proses pelapukan bahan mineral, mengurangi pembakaran lahan, dan ramah lingkungan. Sebagai agen antagonis, Trichoderma sp dapat membantu melindungi tanaman dari berbagai penyakit yang diakibatkan oleh jamur/cendawan tular tanah seperti:
1.Layu Fusarium
2.Busuk buah Antraknosa Colletotrichum
3.Layu bakteri Pseudomonas solanacearum
4.Busuk pangkal batang Phytoptora sp.
5.Mudah diisolasi, dikembangkan, dan daya adaptasinya luasMudah ditemukan di tanah areal pertanaman, shg pertumbuhan pd saat aplikasi lebih mudah.
6.Dapat tumbuh secara cepat pada berbagai substrat.
7.Memiliki kisaran mikroparasitisme yang luas.
8.Pada umumnya tidak bersifat patogen pada tanaman dan lain-lain.
Salah satu mikroorganisme fungsional yang dikenal luas sebagai pupuk biologis tanah dan biofungisida adalah jamur Trichoderma, sp, mikroorganisme ini adalah jamur penghuni tanah yang dapat diisolasi dari perakaran tanaman lapangan. Trichoderma, sp disamping sebagai organisme pengurai, dapat pula berfungsi sebagai agen hayati dan stimulator pertumbuhan tanaman. Trichoderma, sp dapat menghambat pertumbuhan serta penyebaran racun jamur penyebab penyakit bagi tanaman seperti cendawan Rigdiforus lignosus, Fusarium oxysporum, Rizoctonia solani, Fusarium monilifome, sclerotium rolfsii dan cendawan Sclerotium rilfisil. Penggunaan pupuk biologis dan agen hayati Trichoderma, sp sangat efektif mencegah penyakit busuk pangkal batang, busuk akar yang menyebabkan tanaman layu, dan penyakit jamur akar putih pada tanaman karet.
Penggunaan pupuk biologis dan biofungisida Trichoderma, sp memang tidak memperlihatkan dampak manfaatnya secara langsung seperti pupuk ataupun fungisida kimia. Dengan penggunaan rutin secara berkala pupuk biologis dan biofungisida Trichoderma, sp akan memberikan mafaat yang lebih baik daripada pupuk dan fungisida kimia.
Kondisi Optimum Trichoderma, sp
Trichoderma, sp merupakan cendawan (fungi) yang termasuk dalam kelas ascomycetes, dimana Trichoderma, sp banyak ditemukan di dalam tanah hutan maupun tanah pertanian atau pada tunggul kayu. Trichoderma, sp akan tumbuh dengan baik pada suhu 6ºC sampai dengan 41ºC dengan ph optimum 3 sampai dengan 7 dan Sukrosa dan glukosa merupakan karbon utama. Untuk berkembangbiak cendawan ini menggunakan konidia (spora).
Jamur Trichoderma mempunyai kemampuan untuk meningkatkan kecepatan pertumbuhan dan perkembangan tanaman, terutama kemampuannya untuk menyebabkan produksi perakaran sehat dan meningkatkan angka kedalaman akar (lebih dalam di bawah permukaan tanah). Akar yang lebih dalam ini menyebabkan tanaman menjadi lebih resisten terhadap kekeringan, seperti pada tanaman jagung dan tanaman hias.
Mekanisme antagonis jamur ini dapat difahami sebagai berikut. Saat mikroba patogen sedang dalam masa dorman, serangan antagonis jamur Trichoderma dapat menyebabkan kerusakan biologis inokulum patogen. Mekanisme antagonis ini dapat berupa predasi, perparasi, dan parasitisme propagul. Bentuk lain dari antagonisme adalah dengan penekanan perkecambahan propagul melalui kompetisi karbon, nitrogen, ion besi, oksigen dan unsur penting lainnya. Sedangkan antagonis pada permukaan tanman meliputi antibiosis, kompetisi dan predasi.
Mikoparasitisme dari Trichoderma Sp. merupakan suatu proses yang kompleks dan terdiri dari beberapa tahap dalam menyerang inangnya. Interaksi awal dari Trichoderma Sp. yaitu dengan cara hifanya membelok ke arah jamur inang yang diserangnya, Ini menunjukkan adanya fenomena respon kemotropik pada Trichoderma Sp. karena adanya rangsangan dari hyfa inang ataupun senyawa kimia yang dikeluarkan oleh jamur inang. Ketika mikoparasit itu mencapai inangnya, hifanya kemudian membelit atau menghimpit hifa inang tersebut dengan membentuk struktur seperti kait (hook-like structure), mikoparasit ini juka terkadang mempenetrasi miselium inang dengan mendegradasi sebagian dinding sel inang.
Mekanisme kerja Trichoderma spp. (salah satunya adalah T. koningii) adalah menekan perkembangan JAP dengan cara pembentukan antibiotik dan mikroparasitisme, kompetisi dan kolonisasi rizomorfa. Mekanisme penghancuran Jamur Akar Putih (JAP) terjadi melalui proses lisis miselium dan rizomorfa. Lisis merupakan proses enzimatik oleh enzim selulose yang dihasilkan oleh T. koningii. Trichoderma harzianum menekan pertumbuhan jamur phythoptora infestan pada tanaman kentang.Jamur trichoderma harsianum ini merupakan jamur isolat lokal,jadi apabila menggunakan kompos akan mendukung berkembang biaknya jamur trichoderma ini sehingga dapat menekan pertumbuhan phythopthora dilahan kentang.
Jamur trichoderma merupakan salah satu jenis jamur mikroparasitik/bersifat parasit terhadap jenis jamur lain.Nah karena sifat-sifat inilah maka trichoderma dapat kita manfaatkan sebagai agen biokontrol terhadap jenis-jenis jamur fitopatogen. Keuntungan dan keunggulanya adalah mudah dimonitor dan dapat berkembang biak,sehingga keberadaanya di lingkungan dapat bertahan
untuk proses pembuatannya kunjungi Disini
Monday, 11 August 2014
Budidaya Hidroponik
Pengertian Hidroponik
Hidroponik (Inggris: hydroponic) berasal dari kata Yunani yaitu hydro yang berarti air dan ponos yang artinya daya. Hidroponik juga dikenal sebagai soilless culture atau budidaya tanaman tanpa tanah. Jadi hidroponik berarti budidaya tanaman yang memanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam atau soilless. Teknik hidroponik banyak dilakukan dalam skala kecil sebagai hobi di kalangan masyarakat Indonesia. Pemilihan jenis tanaman yang akan dibudidayakan untuk skala usaha komersial harus diperhatikan. Jenis tanaman yang mempunyai nilai jual di atas rata-rata di antaranya yaitu:
Macam-macam hidroponik
a. Static solution culture (kultur air statis)
b. Continuous-flow solution culture, contoh : NFT (Nutrient Film Technique),DFT (Deep Flow Technique)
c. Aeroponics
d. Passive sub-irrigation
e. Ebb and flow atau flood and drain sub-irrigation
f. Run to waste
g. Deep water culture
h. Bubbleponics
i. Bioponic
Media tanam inert hidroponik
Media tanam inert adalah media tanam yang tidak menyediakan unsur hara. Pada umumnya media tanam inert berfungsi sebagai buffer dan penyangga tanaman. Beberapa contoh di antaranya adalah:
- Arang sekam
- Spons
- Expanded clay
- Rock wool
- Coir
- Perlite
- Pumi
- Kerikil
- Serbuk kayu
Keuntungan teknik hidroponik
1. Tidak membutuhkan tanah
2. Air akan terus bersirkulasi di dalam sistem dan bisa digunakan untuk keperluan lain, misal disirkulasikan ke akuarium
3. Mudah dalam pengendalian nutrisi sehingga pemberian nutrisi bisa lebih efisien
4. Relatif tidak menghasilkan polusi nutrisi ke lingkungan
5. Memberikan hasil yang lebih banyak
6. Mudah dalam memanen hasil
Untuk keperluan hiasan, pot dan tanaman akan relatif lebih bersih. Sehingga untuk menrancang interior ruangan dalam rumah akan bisa lebih leluasa dalam menempatkan pot-pot hidroponik. Bila tanaman yang digunakan adalah tanaman bunga, untuk bunga tertentu bisa diatur warna yang dikehendaki, tergantung tingkat keasaman dan basa larutan yang dipakai dalam pelarut nutrisinya.
sumber :
a. Siti Istiqomah. Menanam Hidroponik. Penerbit: Ganeca Exact.
b. Pinus Lingga. 1984. Hidroponik: Bercocok tanam tanpa tanah. Penerbit: Niaga Swadaya.
Hidroponik (Inggris: hydroponic) berasal dari kata Yunani yaitu hydro yang berarti air dan ponos yang artinya daya. Hidroponik juga dikenal sebagai soilless culture atau budidaya tanaman tanpa tanah. Jadi hidroponik berarti budidaya tanaman yang memanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam atau soilless. Teknik hidroponik banyak dilakukan dalam skala kecil sebagai hobi di kalangan masyarakat Indonesia. Pemilihan jenis tanaman yang akan dibudidayakan untuk skala usaha komersial harus diperhatikan. Jenis tanaman yang mempunyai nilai jual di atas rata-rata di antaranya yaitu:
Macam-macam hidroponik
a. Static solution culture (kultur air statis)
b. Continuous-flow solution culture, contoh : NFT (Nutrient Film Technique),DFT (Deep Flow Technique)
c. Aeroponics
d. Passive sub-irrigation
e. Ebb and flow atau flood and drain sub-irrigation
f. Run to waste
g. Deep water culture
h. Bubbleponics
i. Bioponic
Media tanam inert hidroponik
Media tanam inert adalah media tanam yang tidak menyediakan unsur hara. Pada umumnya media tanam inert berfungsi sebagai buffer dan penyangga tanaman. Beberapa contoh di antaranya adalah:
- Arang sekam
- Spons
- Expanded clay
- Rock wool
- Coir
- Perlite
- Pumi
- Kerikil
- Serbuk kayu
Keuntungan teknik hidroponik
1. Tidak membutuhkan tanah
2. Air akan terus bersirkulasi di dalam sistem dan bisa digunakan untuk keperluan lain, misal disirkulasikan ke akuarium
3. Mudah dalam pengendalian nutrisi sehingga pemberian nutrisi bisa lebih efisien
4. Relatif tidak menghasilkan polusi nutrisi ke lingkungan
5. Memberikan hasil yang lebih banyak
6. Mudah dalam memanen hasil
Untuk keperluan hiasan, pot dan tanaman akan relatif lebih bersih. Sehingga untuk menrancang interior ruangan dalam rumah akan bisa lebih leluasa dalam menempatkan pot-pot hidroponik. Bila tanaman yang digunakan adalah tanaman bunga, untuk bunga tertentu bisa diatur warna yang dikehendaki, tergantung tingkat keasaman dan basa larutan yang dipakai dalam pelarut nutrisinya.
sumber :
a. Siti Istiqomah. Menanam Hidroponik. Penerbit: Ganeca Exact.
b. Pinus Lingga. 1984. Hidroponik: Bercocok tanam tanpa tanah. Penerbit: Niaga Swadaya.
Monday, 28 July 2014
BAKTERI MERAH SI PELINDUNG PADI
Serratia Marcessence atau yang biasa disingkat dengan BM adalah salah satu spesies bakteri entomopatogen oportunistik gram negatif dari famili enterobacteriaceae. Bakteri merah adalah bakteri entomopatogen oportunistik gram negative. Tubuh serangga yang kerasukan bakteri merah akan menjadi busuk basah berwarna merah. Bekerja dengan cara menginfeksi dan merusak saluran pencernaan serangga hama melalui oral. ST+ berspektrum terluas terhadap hama serangga. Efektif untuk mengendalikan hama wereng hijau, Wereng Batang Coklat (WBC), ulat tanah (spodopterasp), Myzus persisae, belalang, Spodoptera exigua, Plutella xylotella, Crocidolomia binotallis, kutu daun mangga (Rastrococcus sp.), belalang berkembar (Wibowo et al., 2002), ulat grayak, ulat penggerek batang, aphis, kutu-kutuan dan croccidolomya sp, Xantomonas Oryzae (penyakit kresek/ hawar daun). Bakteri Merah/BM (Serratia Marcessence); begitu jenis bakteri ini diberi nama memiliki kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki oleh agens hayati lain dari jenis fungi seperti Verticillium,Metharizium,Baveria Bassiana karena memiliki spektrum yang lebih luas bahkan dalam beberepa penelitian BM mampu berperan sebagai bakteri antagonis bakteri Xantomonas Oryzae penyebab penyakit kresek /ngelaras (bhs jawa) pada padi.Sehingga saya ingin mengangkat BM sebagai bahan tulisan yang diharapkan dapat bermanfaat bagi petani sekalian.

Potensi patogen bakteri merah ternyata juga efektif terhadap perkembangan infeksi Xantomonas oryzae.Pigmen merah yang merupakan hasil metabolit sekunder serratia marcessence yang diisolasi dari WBC yang terinfeksi terdeteksi sebagai prodigiosin .Prodigiosin adalah metabolit sekunder multi aspek yang mempunyai aktifitas anti bakterial,anti fungal, dan anti protozoal,bersifat cytotoxic.Kemampuan tambahan ini pula diharapkan bakteri merah mampu berefek ganda mematikan hama dan menekan pekembangan bakteri dan fungi patogen semacam Xantomonas dan Blast yang sering menyerang tanaman padi.
Selamat Mencoba….
Sumber:1.Wikipedia
2.Potensi Bakteri Merah,Hendry Puguh Susetyo,BBOPT Jatisari 2010
Wednesday, 23 July 2014
Jenis dan Kandungan Macam-Macam MOL
1.
MOL AKAR
BAMBU (PGPR)
Mengandung Rhizobium Bacteria
yaitu bakteri yang hidup di sekitar perakaran
tanaman. Keberadaan mikroorganisme ini memberi keuntungan
yaitu:
-
Mampu memacu pertumbuhan dan fisiologi akar.
-
Mampu mengurangi penyakit atau kerusakan oleh serangga.
-
Meningkatkan ketersediaan nutrisi lain seperti phospat,
belerang, besi dan tembaga.
- Memproduksi hormon tanaman, menambah bakteri dan
cendawan menguntungkan serta mengontrol hama dan penyakit tanaman
Bahan, cara membuat dan cara aplikasi :
-
Akar
bambu : 1 ons
-
Gula
pasir : 4 ons
-
Trasi : 2 ons
-
Dedak
halus : 1 kg
-
Air : 10 lt
-
Penyedap
rasa : secukupnya
|
Rendam akar bambu dalam air matang
dingin 2-4 hari
Rebus bahan 2 s/d 6 selama 20
menit setelah mendidih setelah dingin masukkan akar bambu simpan anaerob 2 – 3 minggu saring siap digunakan, campurkan 1 ltr/tanki semprotkan ke lahan yang belum ditanami ulangi setiap 20 hari sekali
|
Perlakuan berbagai tanaman dg PGPR:
NO
|
JENIS TANAMAN
|
PERLAKUAN BENIH
|
PERLAKUAN SUSULAN
|
1
|
Tanaman yang memiliki umur produktif ± 30 hari
|
direndam 5 menit
|
-
1
minggu setelah tanam
-
2
minggu setelah tanam
|
2
|
Tanaman yang memiliki umur produktif ± 60 hari
|
direndam 5 - 15 menit
|
-
3
minggu setelah tanam
-
5
minggu setelah tanam
|
3
|
Tanaman yang memiliki umur produktif ± 3 bulan
|
direndam 15 - 30 menit
|
-
3
minggu setelah tanam
-
7
atau 9 minggu setelah tanam
|
4
|
Tanaman yang memiliki umur produktif ± 3 - 4 bln
|
direndam 2 - 8 jam
|
-
1
minggu sebelum pindah tanam
-
3 atau
5 minggu setelah tanam
|
5
|
Tanaman yang memiliki umur produktif 12 bulan
|
direndam 8 - 12 jam
|
-
Setiap
bulan sampai umur 1 bulan sebelum panen
|
6
|
Tanaman disemaikan dg umur kurang lebih 3 tahun
|
direndam 12 - 18 jam
|
-
1
minggu sebelum pindah tanam
-
Selanjutnya
1 bulan sekali
|
7
|
Tanaman tahunan
|
direndam 18 - 24 jam
|
-
Penyiraman
1 bulan sekali.
|
Catatan:
Bakteri PGPR adalah bakteri tanah yang masa hidupnya tidak panjang, karena itu perlu mengembalikan populasinya setiap akan menebar benih
Bakteri PGPR adalah bakteri tanah yang masa hidupnya tidak panjang, karena itu perlu mengembalikan populasinya setiap akan menebar benih
2.
Daun gamal:
Manfaat dan
Kandungan:
- Pengendali hama ulat
- Pengendali hama penghisap
- Pengendali tungau (akarisida)
|
- Sebagai fungisida
- Sebagai racun serangga karena
mengandung Tanin
- Sebagai penyubur tanaman
karena mengandung N
|
Bisa
dikombinasi dengan pestisida nabati lain seperti daun mindi, tembakau, biji
sirsak, akar tuba dll
|
Bahan dan cara Pembuatan:
- Daun
gamal : 1 kg
-
Gula
merah : 2 ons
- Air beras : 2 liter
|
campur
semua bahan à anaerob 2 -3 mgg, saring siap digunakan
Konsentrasi: 1 - 4 liter / tanki
|
3.
Mol Bonggol
Pisang
Selain bonggol batangnyapun bisa digunakan untuk MOL, tetapi
lebih banyak mengandung unsur P
sehingga banyak digunakan sebagai penambah nutrisi tanaman
Manfaat dan kandungan:
-
Mengandung Giberellin dan Sitokinin
sebagai zat pengatur tumbuh
-
Mengandung 7 Mikroorganisme yaitu: Azospirillium, Azotobacter,
Bacillus, Aeromonas, Aspergillus, Mikroba pelarut Phospat dan mikroba Selulotik.sebagai
dekomposer bahan organic/kompos
Bahan dan cara
membuat:
- Bonggol
pisang : 1 kg
-
Molase : 200 cc
-
Air
cucian beras : 2 liter
|
Campur
semua simpan anaerob 2 -3 mgg siap digunakan
|
Konsentrasi dan
cara penggunaan:
a. Untuk pembuatan kompos:
MOL :
1 liter
|
Siramkan
pada kompos
|
|
Molase
: 1 liter
|
||
Air
: 5 liter
|
b. Untuk pemupukan: 1 liter/tanki semprot/kocorkan pada tanaman fase vegetative – primordial
4.
MOL Keong
Mas
Manfaat dan kandungan:
- Mengandung
Auksin
dan Enzim, Protein, Azotobacter, Azospirillium, Mikroba pelarut Phospat,
Staphylococcus, Pseudomonas
- Untuk
hortikultura dapat melebatkan dan memperbesar buahnya.
Bahan dan cara membuat:
- Keong
mas : 1 kg
-
Molase : 100 cc)
-
Air
kelapa : 1 liter
|
Campur
semua simpan anaerob 2 -3 mgg, siap digunakan
|
Konsentrasi
dan cara penggunaan:
Untuk pembuatan kompos:
MOL : 1 liter
Molase
: 1 liter
Air tawar : 5 liter
|
Siramkan pada bahan kompo
|
Untuk pemupukan: 1
liter/tanki, semprot/kocorkan pada tanaman
fase vegetative – primordial
5.
MOL Rebung
Bambu
Bambu biasanya tumbuh subur sekalipun didaerah tandus
dan mampu tumbuh begitu cepat walaupun tanpa pupuk sama sekali. Dan yang lebih
hebat, bambu mampu mengubah tanah tandus menjadi subur. Maka dari itu tanah
disekitar perakaran pohon bambu biasa digunakan untuk media pembibitan. Oleh
karena itu kita manfaatkan rebung sebagai MOL
Manfaat dan kandungan:
- Mengandungan C Organik, Giberellin,
Azotobacter dan Azospirillium yang tinggi untuk merangsang pertumbuhan
tanaman secara cepat
-
Sangat
bagus digunakan untuk pengomposan.
Bahan dan cara membuat:
- Rebung
bambu : 1 kg
-
Air
cucian beras : 3 ltr
-
Buah
maja : 1 buah
-
Molase : 200 cc
|
Campur
semua à simpan anaerob 2 -3 mgg siap digunakan
|
Konsentrasi dan
cara penggunaan:
Untuk pembuatan
kompos:
MOL : 1 liter
Molase
: 1 liter
Air : 5 liter
|
Siramkan ke
bahan kompo
|
Untuk pemupukan:
1 liter/tanki semprot/kocorkan pada tanaman
fase vegetative – primordial
6.
MOL buah
maja/berenuk
Manfaat dan kandungan :
Mengandung ZPT tinggi, glukosa dan toxine serta Nitrogen
Bahan dan cara Pembuatan :
-
Berenuk matang :
1 buah
-
Air cucian beras :
6 liter
-
Kencing hewan :
4 liter
|
campur semua à anaerob 2 -3 mgg, saring dan siap digunakan
|
Konsentrasi dan cara penggunaan:
Untuk pembuatan kompos :
MOL : 1 liter
|
à
|
kocorkan
pada bahan kompos
|
Molase
: 1 liter
|
||
Air : 5 liter
|
Untuk
pemupukan: 1 liter/tanki à semprot/kocorkan pada tanaman fase vegetative –
primordial
7.
MOL Aneka Sayur
Manfaat dan kandungan:
- Mengandung
mikroorganisme pengurai dan penyubur tanaman.
-
Mengandung Sitokinin, karbohidrat, Pseudomonas,
Aspergilus dan Lactobacillus
Bahan dan
cara membuat :
-
Aneka
sayur : 1 kg
-
Garam : 5 % dari berat bahan
-
Air
cucian beras : 1 liter
|
Campur
semua bahan à anaerob 15 – 21 hari saring tambahkan molase 2% dari
cairan tersebut
|
Konsentrasi dan
cara penggunaan:
- Untuk pembuatan kompos:
MOL : 1 liter
|
kocorkan
pada bahan kompos
|
|
Molase : 1 liter
|
||
Air : 5 liter
|
- Untuk pemupukan:150 cc/tanki, semprot/kocorkan pada tanaman fase vegetative – primordial
8.
MOL Aneka Buah
Buah yang digunakan yang tersedia disekitar kita seperti
pepaya, mangga, nangka, nanas, pisang & tomat. Kelebihan Mol buah adalah
memiliki aroma yang harum seperti aroma buah aslinya
Manfaat
dan kandungan:
- Sebagai
perangsang bunga dan buah
- Meningkatkan
kualitas buah seperti daya tahan dan menambah rasa manis buah
- Sebagai pengurai
bahan organik atau pembuat kompos
Bahan dan cara membuat :
- Aneka
buah : 1 kg
-
Molase : 100 cc
-
Air
kelapa : 1 liter
|
campur semua simpan anaerob 2 -3 mgg saring siap digunakan
|
Konsentrasi dan cara penggunaan:
Untuk pembuatan kompos :
- MOL : 1 liter
|
kocorkan
pada bahan kompos
|
|
- Molase : 1
liter
|
||
- Air : 5 liter
|
Untuk
pemupukan: 150 cc/tanki semprot/kocorkan pada tanaman fase primordial – generative
9.
MOL Sabut Kelapa
Manfaat dan
kandungan:
§
Kaya akan unsur K
§
Bermanfaat sebagai pestisida nabati
Bahan
dan cara pembuatan:
-
Sabut
Kelapa
-
Air
bersih
-
Jerami
|
masukkan sabut kelapa dan jerami ke dalam drum jangan
penuh-penuh masukkan air sampai semua sabut kelapa terendam air anaerob 2 – 3 mgg siap digunakan.
|
Konsentrasi dan cara penggunaan:
Sama seperti MOL-MOL yang lain, siram/semprotkan
ketanaman
10. Zat Pengatur/Perangsang Tumbuh (ZPT)
Terdiri dari
lima kelompok dengan pengaruh yang berlainan terhadap proses fisiologis tanaman,
yaitu:
a.
Auxin : mendukung
terjadinya perpanjangan sel pada pucuk
b.
Gibberellin : menstimulasi
pembelahan dan perpanjangan sel
c.
Cytokinin : mendukung
terjadinya pembelahan sel
d.
Ethylene : berperanan
dalam proses pematangan buah
e. Inhibitor : berperan
dalam penghambatan proses biokimia dan proses fisiologis bagi aktivitas keempat
ZPT diatas
Bahan dan cara pembuatan:
a. Untuk
Auksin
- Tauge : 1 kg
- Keong mas : 1 kg
b. Untuk Giberelin
- Jagung :
- Rebung : 2 kg
c. Untuk Sitokinin
- Air kelapa : 1 ltr
- Bonggol pisang : 2 kg
d. Bakteri pengurai : 200 cc
|
à
|
Hancurkan
semua bahan à campur air dengan
perbandingannya 1 kg bahan : 1 liter air à tambahkan
microorganisme pengurai à simpat
anaerob ± 2 minggu à setelah itu
saring hasilnya dan ZPT organik anda siap digunakan
|
Konsentrasi dan cara penggunaan:
Cabai
|
: Direndam
selama 2 – 3 jam dosis 1 sdk mkn/liter air
|
Bawang Merah
|
: Sesaat
sebelum tanam tanah disiram dengan larutan
|
Timun
|
: Direndam
selama 2 – 3 jam
|
Tomat
|
: Direndam
selama 3 – 4 jam
|
Kacang
panjang
|
: Direndam
selama 1 jam
|
Padi
|
: Direndam
selam semalam ( 12 – 24 jam)
|
Terong
|
: Direndam
selama 3 – 4 jam
|
Subscribe to:
Posts (Atom)